Sabtu, 09 Oktober 2010

Markus 16:15

oleh : Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing

Tugas panggilan untuk memberitakan Injil ke segala makhluk adalah salah satu pilar identifikasi gereja yang hidup. Hal itu diungkapkan pada keempat penulis Injil yang memberikan kesimpulan akhir,bahwa Injil harus diberitakan ke seluruh dunia. Dalam Injil Matius, Yesus bersabda : “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:19). Dalam Injil Markus dikatakan, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mark 16:15). Lukas menulis ucapan Yesus kepada para murid-Nya : “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu, dan kamu akan menjadi murid-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (1:8). Selanjutnya Lukas juga menulis kesaksian Petrus yang mengatakan, “Sebab kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu banyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kis 2:39). Sementara dalam Injil Markus dinyatakan bahwa orang percaya dipanggil dan dipilih oleh Yesus Kristus sendiri. Merekalah yang menerima tugas panggilan “Supaya kamu pergi dan menghasilkan buah (Mark 15:16). Misi dan panggilan memberitakan Injil adalah nafas gereja. Artinya, tanda bahwa gereja hidup adalah ketika ia melaksanakan tugas panggilannya sebagai pemberita Injil. Apabila gereja tidak melaksanakan pekabaran Injil, maka gereja tersebut bukan gereja yang hidup dan benar. Gereja seperti itu hanya sebagai komunitas institusional perkumpulan sosial yang tidak berdasarkan Injil Kristus. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada tahun ini berupaya menggalakkan semangat pekabaran Injil tersebut melalui program Tahun Marturia dengan slogan Save One More/ Boan Sada Nari. Harus diakui, sebenarnya HKBP pada awal sejarah kehidupannya tekun melaksanakan pekabaran Injil tersebut. Ketika HKBP (Hoeria Batak) masih asuhan RMG atau VEM, HKBP sudah melaksanakan tugas pekabaran Injil melalui Punguan Misson Batak, yang sudah bediri sejak tahun 1899.
Sampai tahun 1970-an, pekabaran Injil melalui Departemen Zending HKBP merupakan pelayanan primadona di HKBP di samping Departemen Diakoni Sosial. Pada masa itu, pelayanan zending kepada suku Sakai, Rupat, Enggano dan Sengoi di Malaysia sangat maju dan memperoleh dukungan dari jemaat HKBP. Akan tetapi sejak tahun 1980-an sampai sekarang, beberapa lapangan penginjilan tersebut hanya tinggal “puing-puing” sejarah pekabaran Injil HKBP saja. PI di Sakai yang sudah bertahun-tahun dilayani dan menghabiskan daya dan dana yang tidak sedikit sama sekali tidak meninggalkan bekas apa-apa. Sampai tahun 1970-an, warga jemat selalu memberikan ucapan syukurnya kepada Tuhan dengan memberikan dukungan dana ke pos zending. Akan tetapi pada akhir-akhir ini, perhatian warga jemaat HKBP drastis sangat kurang. Kurangnya perhatian dan dukungan warga jemaat terhadap pelayanan zending ini disebabkan berbagai hal, yang perlu dievaluasi secara jujur dan terbuka.
Pencanangan Tahun Marturia 2008 dimaksudkan sebagai upaya menggalakkan pelayanan zending HKBP. Tahun Marturia 2008 dibuka dengan khotbah tahun barn berdasarkan Yoh 15:16. Sesuai dengan isi nas tersebut, HKBP memahami dirinya sebagai orang yang dipanggil dan dipilih “untuk pergi dan berbuah”. Panggilan dan pilihan Tuhan atas gereja dan orang percaya bukan untuk menjadikan gereja statis dan pasif, melainkan supaya bergerak, bekerja, pergi melayani untuk memberitakan Injil Kristus ke seluruh dunia dan kepada segala makhluk.
Pemahaman Hermeneutis
Tema Sinode Distrik ini didasarkan pada nats Markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Sesuai dengan konteks penulisan Injil Markus, berita kebangkitan Yesus yang disusul dengan kenaikan-Nya ke sorga memotivasi jemaat perdana itu untuk semakin giat memberitakan Injil. Perikop terakhir dari Injil Markus ini, sama dengan Injil lainnya, tidak dimaksudkan sebagai penjelasan liturgis atau cara dan peraturan seseorang menjadi pengikut Kristus. Ayat 16 yang mengatakan “siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” tidak dimaksudkan sebagai prasyarat dan prosedur untuk menerima baptisan. Pesan Markus 16:15-16 adalah agar lebih giat mengabarkan Injil Kristus, sehingga orang berdosa yang belum mengenal Yesus Kristus percaya dan memperoleh keselamatan.
Pergilah ke seluruh dunia. “Arti ungkapan atau sebutan dunia lebih jelas di dalam Injil Yohanes. Dunia yang dimaksudkan bukankah dunia dalam arti geografis, melainkan memiliki arti kiasan tentang perilaku manusia yang menolak dan tidak percaya kepada Kristus. Kata dunia ditujukan kepada manusia berdosa yang tidak mau mengikut Kristus. Pada masa Yesus, dunia selalu dimaksudkan sebagai pelaku-pelaku kejahatan, yang memberontak kepada Allah dan yang tidak mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dunia adalah lawan kata orang beriman, yang setia dan ingin jadi pengikut Kristus. Dunia membenci Yesus dan para pengikut-Nya (lih. Yoh 7:7). Oleh karena itu bagi dunia, kedatangan Kristus berarti penghakiman terhadap mereka (lih. Yoh 9:39; 12:31). Pada masa pelayanan-Nya, Yesus mengatakan misi murid menaklukkan dunia (lih. Yoh 16: 33) dan akan mengusir iblis – pangeran dunia (lih. Yoh 12:31; 14:30). Dalam rangka itulah Yesus pada akhir pelayanan-Nya di dunia mengutus para murid dan orang-orang percaya kepada-Nya untuk pergi ke seluruh dunia, ada orang jahat yang menolak Yesus Kristus. Kata jamak – seluruh – membuktikan banyaknya orang-orang jahat, pelaku-pelaku dosa yang harus diinjili. Sesuai dengan pengutusan Yesus tersebut, Injil juga harus diberitakan kepada mereka, agar mereka turut diselamatkan. Ini juga merupakan bukti kuat akan konsistensi keselamatan universal yang di bawa Yesus Kristus (band. Yoh 3:16). “Beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Keselamatan segala makhluk – sudah merupakan tekad dan inisiatif Allah sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Allah selalu berupaya memulihkan dan menyelamatkan ciptaan-Nya, semua bangsa dan segala makhluk agar kembali kepada keadaan semula, sesuai dengan rencana penciptaan yang diinginkan Allah. Nabi Yesaya misalnya, telah menubuatkan damai sejahtera yang akan membuktikan kasih Allah kepada manusia dan ciptaan lainnya. Dalam Yes 11:6-9 dikatakan : “Serigala akan tinggal bersama dengan macan tutul dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring sedangkan singa akan memakan jerami seperti lembu. Anak yang menyusui akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak-anak cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak akan ada berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya”. Tujuan keselamatan ini merupakan pengharapan keselamatan segala makhluk. Nubuatan mempunyai makna pada masa Yesaya dan makna eskhatologis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar